<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Alam Bogor</title>
	<atom:link href="http://blog.sekolahalambogor.org/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.sekolahalambogor.org</link>
	<description></description>
	<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 12:19:06 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Catatan dari Kunjungan Ke Komplek Perumahan dan Sekolah Tzu Chi Share</title>
		<link>http://blog.sekolahalambogor.org/?p=25</link>
		<comments>http://blog.sekolahalambogor.org/?p=25#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 12:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sekolahalambogor.org/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Kunjungan ke Komplek Perumahan dan Sekolah TzuChi :
Belajar tentang bagaimana mengelola lingkungan dengan baik.
Salah satu hal yang menjadi perhatian penting bagi Sekolah Alam Bogor adalah masalah pengelolaan lingkungan, terutama yang terkait dengan masalah sampah. Tentu karena sampah akan menjadi sumber permasalahan serius bagi kehidupan manusia jika tidak bisa dikelola dengan baik.
Karenanya Sekolah Alam bogor mencanangkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kunjungan ke Komplek Perumahan dan Sekolah TzuChi :<br />
Belajar tentang bagaimana mengelola lingkungan dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu hal yang menjadi perhatian penting bagi Sekolah Alam Bogor adalah masalah pengelolaan lingkungan, terutama yang terkait dengan masalah sampah. Tentu karena sampah akan menjadi sumber permasalahan serius bagi kehidupan manusia jika tidak bisa dikelola dengan baik.<br />
Karenanya Sekolah Alam bogor mencanangkan program 3R (Reduce-Reuse-Recycle) dalam pengelolaan lingkungan sekolah dan berupaya membangun pola pembiasaan pada seluruh warga sekolah termasuk teman-teman kecil, mulai PG/TK sampai SD.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini kami tengah memfokuskan perhatian pada R yang pertama yaitu Reduce (mengurangi sumber sampah). Akan mudah bagi kita mengelola lingkungan jika jumlah sampah bisa dikurangi seminimal mungkin. Sehingga energy fisik dan mental kita tidak terkuras untuk mengatasi aliran sampah yang memborbardir.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbagai cara telah dipikirkan, dipelajari dan didiskusikan terkait masalah pengurangan sampah dalam hal ini sampah an-organik. Dan Alhamdulillah hari ini kami berkesempatan belajar dengan mengunjungi komplek perumahan (susun) dan Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi yang terletak di daerah Kamal Jakarta Utara.</p>
<p style="text-align: justify;">Komplek perumahan dan Sekolah Tzu Chi yang berada di bawah naungan Yayasan Budha Tzu Chi Wiyata (yang juga menaungi DAAI TV) ini, memiliki model pengelolaan lingkungan yang sangat baik. Hal ini tergambar dari kebersihan dan keasrian komplek tersebut, padahal kami tidak melihat banyak tempat sampah yang tersedia.</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata kuncinya adalah mengurangi seminimal mungkin sumber sampah. Sekolah Tzuchi tidak memperbolehkan anak-anak membawa bekal makanan berkemasan. Mereka diminta untuk membawa makanan tanpa kemasan yang dimasukkan ke dalam tempat bekal. Kantin sekolahpun tidak menjual makanan berkemasan, jika anak ingin membeli panganan mereka harus membawa tempat bekalnya sendiri dan bagi yang tidak membawa tidak akan dilayani. Kantin juga tidak menyediakan minuman dalam kemasan. Anak membawa tempat minum atau gelasnya sendiri jika ingin membeli minuman seperti es sirop atau es buah yang disediakan oleh Ibu Kantin. Air galon tersedia diberbagai sudut sekolah, disediakan bagi anak yang ingin menambahkan air minum ke botol masing-masing. Aturan ini juga berlaku bagi guru-guru dan warga komplek. Penjual kelilingpun tidak menjual makanan yang berkemasan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bayangkan, sekolah Tzuchi memiliki 1000 siswa jika setiap anak membuang sampah kemasan tentu akan ada minimal 1000 sampah kemasan setiap hari. Pasti akan merepotkan pengelola kebersihan sekolah itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Program ini telah berlangsung selama dua tahun. Tentu saja bukan tanpa perjuangan. Mengedukasi sekitar 1000 orang siswa, guru-guru dan warga rumah susun dari kalangan kurang mampu bukanlah pekerjaan mudah. Tapi dengan kegigihan dan semangat untuk melakukan yang terbaik bagi kelestarian lingkungan, segala hambatan itupun teratasi dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Tzuchi juga mengelola sampah dari llingkungan di luar komplek. Tapi kami akan share di saat yang lain. Kali ini fokusnya adalah Reduce dulu ya.. <img src='http://blog.sekolahalambogor.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> (d)</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2346/163/58/1633331009/n1633331009_143263_4218163.jpg" alt="" width="362" height="272" /></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://photos-a.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2346/163/58/1633331009/n1633331009_143256_3257390.jpg"><img class="alignleft" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2346/163/58/1633331009/n1633331009_143256_3257390.jpg" alt="" width="374" height="279" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sekolahalambogor.org/?feed=rss2&amp;p=25</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Disiplin berbasis kesadaran Share</title>
		<link>http://blog.sekolahalambogor.org/?p=23</link>
		<comments>http://blog.sekolahalambogor.org/?p=23#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 12:08:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sekolahalambogor.org/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Kisah ini terjadi saat akhir tahun ajaran yang lalu. The Jungle Water Park, berganti menjadi human park, ribuan orang memenuhi area tersebut. Benar-benar di luar perkiraan. Diantaranya sedang mengantri 148 siswa dan fasilitator Sekolah Alam Bogor. Saya sebagai Korlap saat itu membariskan mereka dan bertanya pada mereka: &#8220;Apakah temen-teman tetap mau masuk atau pulang dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kisah ini terjadi saat akhir tahun ajaran yang lalu. The Jungle Water Park, berganti menjadi human park, ribuan orang memenuhi area tersebut. Benar-benar di luar perkiraan. Diantaranya sedang mengantri 148 siswa dan fasilitator Sekolah Alam Bogor. Saya sebagai Korlap saat itu membariskan mereka dan bertanya pada mereka: &#8220;Apakah temen-teman tetap mau masuk atau pulang dan mencari tempat lain?&#8221; Serempak seluruh siswa menjawab “Masuuuk!” pertanyaan diulang sampai lima kali. Jawaban yang sama muncul serentak. Saya ungkapkan resiko terjepit, tehimpit, dan terpisah dari rombongan. Tapi lalu saya sampaikan resiko bisa diminimalkan dengan berdisiplin. Hanya ada 3 aturan yang harus diingat : Berbaris tanpa terputus saat masuk, tetap berkelompok saat bermain, dan segera kembali ke tempat yang disepakati begitu ada pengumuman.</p>
<p>Tanpa komando lagi anak-anak berbaris rapi dalam dua barisan. Mereka berpegangan dan berjalan ke pintu masuk. Tak ada yang terputus. Bahkan saat ada orang dewasa lain mencoba memutus barisan itu, mereka bertahan walau harus berdebat dengan mereka. “Ibu silahkan memutar ke belakang, barisan kami tidak boleh terputus bu!” kata salah seorang siswa kepada ibu yang memaksa masuk. Saya hanya bisa mengacungkan kedua jempol buat mereka.</p>
<p>Di dalam Water Park seluruh siswa menikmati permainan. Saya berkeliling mengawasi anak-anak. Ternyata aturan kedua masih berlaku, mereka bermain berkelompok. Saya merasa sangat lega.</p>
<p>Siang hari saya mengumumkan bahwa saat bermain sudah berakhir dan mereka harus bersiap pulang. Pengumuman dilakukan lebih awal, karena menurut info berdasarkan pengalaman sebelumnya butuh waktu 1,5 - 2 jam untuk mengumpulkan anak-anak yang sedang bermain. Tapi Subhanallah diluar dugaan, kurang dari setengah jam seluruh siswa sudah berganti baju dan berbaris rapi untuk keluar dari arena. Padahal pengumuman tentang anak yang hilang dan tertinggal dari sekolah lain terus kami dengar lewat pengeras suara.</p>
<p>Saya tercengang dan mengucap syukur. Hal seperti ini memang telah berkali-kali terjadi pada kami. Beberapa kali melakukan kegiatan di keramaian beberapa kali pula kami harus memuji kemampuan anak-anak Sekolah Alam dalam berdisiplin dan mentaati aturan yang disepakati. Di terminal Baranang Siang, di Botani Square, di Swalayan, di Penangkapan dan pasar ikan Pelabuhan Ratu dan diberbagai tempat ramai lainnya, anak sekolah Alam mampu menunjukkan jati diri mereka. Semua itu menjawab banyak keraguan terhadap mereka. Banyak yang menyangka model pendidikan di Sekolah Alam akan membuat mereka menjadi anak yang liar, tidak sopan dan tidak bisa disiplin</p>
<p>Peristiwa di The Jungle Water Park, disamping meninggalkan kekesalan terhadap pengelola Waterpark yang tidak membatasi pengunjang, di sisi lain menambah keyakinan kami bahwa anak-anak Sekolah Alam adalah anak yang mampu beradaptasi dengan berbagai keadaan dan mereka adalah anak-anak yang bisa berdisiplin dan taat terhadap aturan. Dan ini juga menambah keyakinan bahwa cara kami menerapkan aturan dan disiplin mulai menunjukkan hasil, walaupun pasti masih banyak kekurangan.</p>
<p>Kami mencoba memberikan pola lain dalam membangun kedisiplinan. Kami lebih memilih berdiskusi dan membuat kesepakatani daripada memaksakan. Kami lebih memilih membangun kesadaran akan resiko, manfaat dari dilanggar dan diterapkannnya aturan dibanding membangun ketakutan. Kami lebih memilih membangun kesadaran akan pengawasan Illahi walaupun membutuhkan proses pemahaman yang lebih lama dibanding membangun ketakutan karena diawasi guru, mungkin dalam waktu lebih singkat mereka tampak disiplin tapi kami khawatir itu hanya sesaat. Dan kami mulai bisa memetik sebagian buahnya. Mudah-mudahan kami bisa menanam dan memupuknya dengan lebih baik sehingga muncul buah-buah yang lebih baik pula. Wallohu a’lam (Yasir)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sekolahalambogor.org/?feed=rss2&amp;p=23</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>FARMING – Membangun karakter Share</title>
		<link>http://blog.sekolahalambogor.org/?p=16</link>
		<comments>http://blog.sekolahalambogor.org/?p=16#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 05:28:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sekolahalambogor.org/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu program pembelajaran yang diberikan pada siswa Sekolah Alam Bogor adalah Farming/bercocok tanam. Bentuk kegiatannya beragam, disesuaikan dengan level masing-masing. Misalnya untuk level SD kelas 5 kegiatan yang dilakukan mulai dari menyiapkan pupuk, menyiapkan lahan untuk bertanam, menanam benih, merawat sampai memanen dan menjualnya. Sedang untuk level TK-PG sebatas menanam benih di lahan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Salah satu program pembelajaran yang diberikan pada siswa Sekolah Alam Bogor adalah Farming/bercocok tanam. Bentuk kegiatannya beragam, disesuaikan dengan level masing-masing. Misalnya untuk level SD kelas 5 kegiatan yang dilakukan mulai dari menyiapkan pupuk, menyiapkan lahan untuk bertanam, menanam benih, merawat sampai memanen dan menjualnya. Sedang untuk level TK-PG sebatas menanam benih di lahan yang telah disediakan, merawat sampai “membantu” memanen.</p>
<p style="text-align: justify;">Inti dari program ini sebenarnya bukan pada ilmu bercocok tanamnya, namun lebih kepada pendidikan karakter bagi para siswa. Ada beberapa bangun karakter yang diharapkan dapat terbentuk dari kegiatan ini, diantaranya : penghargaan terhadap sebuah proses, kesabaran (untuk menunggu hasil dan belajar mengambil hikmah jika terjadi kegagalan), kerjasama, empati (terutama terhadap para petani yang menyebabkan berbagai bahan pangan tersedia untuk mereka), dan membangun disiplin.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada jaman yang serba instan, seringkali orang lebih berorientasi pada hasil tanpa terlalu peduli bagaimana proses pencapaian hasil itu dicapai. Boleh jadi karena kecenderungan inilah tindakan tidak terpuji berupa berbagai tindak mengambil jalan pintas seperti korupsi, marak terjadi di dalam kehidupan bermasyarakat, mulai kelas RT sampai kaliber nasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Farming  adalah proses panjang sebelum sebuah hasil bisa dicapai. Mulai menyiapkan lahan, mereka mempelajari bahwa untuk bisa tumbuh dengan baik, maka tumbuhan harus diberi lingkungan yang baik dan sehat. Demikian juga dalam kehidupan mereka, kelak mereka harus pintar memilih lingkungan dan teman yang baik agar mereka bisa memiliki jiwa yang baik dan sehat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian memilih benih yang baik. Hal ini penting karena dari benih yang baik muncul hasil yang baik pula. Tentu saja harus dibarengi dengan cara menanam yang benar, pemupukan yang sesuai, perawatan dan penjagaan yang penuh dedikasi dan sikap disiplin yang tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski secara umum kita sering berhasil memanen dengan baik, tapi tak jarang juga kita mengalami kegagalan. Seperti buah-buahan yang jauh lebih kecil dari seharusnya, sayuran yang mengering, atau kacang panjang yang mengkerut…&#8230;&#8230;&#8230;Kecewa? Tentu saja. Tapi dari sini kita membawa teman-teman kecil untuk belajar menerima kegagalan, kemudian mengambil hikmah, berefleksi dan belajar dari kegagalan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2305/163/58/1633331009/n1633331009_117214_5911.jpg" alt="" width="362" height="272" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2305/163/58/1633331009/n1633331009_117215_6468.jpg" alt="" width="362" height="272" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2305/163/58/1633331009/n1633331009_117247_4146.jpg" alt="" width="272" height="362" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2305/163/58/1633331009/n1633331009_117218_1279.jpg" alt="" width="362" height="272" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sekolahalambogor.org/?feed=rss2&amp;p=16</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Welcoming&#8230;</title>
		<link>http://blog.sekolahalambogor.org/?p=14</link>
		<comments>http://blog.sekolahalambogor.org/?p=14#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 05:24:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sekolahalambogor.org/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Welcoming…
Kegiatan ini adalah salah satu “prosesi” rutin di Sekolah Alam Bogor setiap harinya.
Beberapa orang guru, pendamping atau SDM yang lain berjejer di gerbang dalam untuk menyambut kedatangan teman-teman kecil dan teman-teman SDM di pagi hari.
“Assalamualaikum cantik…apa kabar pagi ini”
“Assalamualaikum Solih…”
“Assalamualaikum sayang..”
Seruan seperti itu jamak terdengar meramaikan pagi di gerbang dalam Sekolah Alam Bogor.
Berbagai reaksi tampak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Welcoming…</p>
<p>Kegiatan ini adalah salah satu “prosesi” rutin di Sekolah Alam Bogor setiap harinya.<br />
Beberapa orang guru, pendamping atau SDM yang lain berjejer di gerbang dalam untuk menyambut kedatangan teman-teman kecil dan teman-teman SDM di pagi hari.</p>
<p>“Assalamualaikum cantik…apa kabar pagi ini”<br />
“Assalamualaikum Solih…”<br />
“Assalamualaikum sayang..”</p>
<p>Seruan seperti itu jamak terdengar meramaikan pagi di gerbang dalam Sekolah Alam Bogor.<br />
Berbagai reaksi tampak dari teman-teman kecil. Ada yang tersenyum ceria, ada yang malu-malu dan ada juga yang cuek bebek tidak bereaksi.. tapi meski begitu kami yakin secuek apapun, pasti mereka senang dan menikmati penyambutan seperti itu. Terbukti pernah suatu hari kita sama-sama lalai (hehe lalai kok kompak) tidak ada yang menyambut, kontan berbagai protes masuk dari anak-anak dan orang tua.</p>
<p>Penyambutan pagi merupakan bagian dari upaya menanamkan rasa parcaya bahwa mereka diterima dengan baik di sekolah ini, apapun keadaan mereka, dengan semua kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki. Juga menanamkan rasa percaya bahwa mereka berada di lingkungan yang aman sepanjang proses belajar yang mereka jalani.</p>
<p>Untuk menghindari terulangnya kelalaian karena berbagai kesibukan, saat ini setiap manajer program (TK, SD &amp; LSC) sudah mengatur sedemikian rupa sehingga tiap hari ada wakil dari masing-masing program untuk berdiri di depan menyambut anak.<br />
Manajemenpun tidak ketinggalan, mulai dari Direktur, sekretaris eksekutif, manajer keuangan, manajer GA, manajer Litbang dan semua manajer program, mendapat giliran untuk menyambut anak.</p>
<p>“Assalamualaikum solih/solihah… besok boleh datang lebih pagi ya… jam belajar kita mulai jam 8”<br />
Nah ini adalah kalimat penyambutan terbaru bagi anak-anak yang terlambat datang.<br />
Mereka disambut di luar gerbang (gerbangnya sudah ditutup jam 08.00)<br />
Dan yang bertugas menyambut bukan guru-guru melainkan manajemen sekolah secara bergiliran. Mulai dari Direktur sampai dengan manajer program.<br />
Alhamdulillah dengan model ini tidak banyak lagi siswa yang datang terlambat…</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2305/163/58/1633331009/n1633331009_112823_2560.jpg" alt="" width="483" height="362" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2305/163/58/1633331009/n1633331009_112828_472.jpg" alt="" width="483" height="362" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2305/163/58/1633331009/n1633331009_112829_9979.jpg" alt="" width="483" height="362" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sekolahalambogor.org/?feed=rss2&amp;p=14</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Atas Ijin Allah..</title>
		<link>http://blog.sekolahalambogor.org/?p=12</link>
		<comments>http://blog.sekolahalambogor.org/?p=12#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 05:22:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sekolahalambogor.org/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[PERINTISAN : pendirian dan penyelesaian masalah perijinan)
Dengan niat mendidik anak-anak menjadi generasi pemimpin peradaban&#8230;Atas ijin Allah semata&#8230;Sekolah Alam Bogor bisa didirikan. diawali pendirian TK Alam Lembah Parigi pada tahun 2002 dan kemudian bermetamorfosa menjadi Sekolah Alam Bogor pada tahun 2004.
Di atas kertas kecil kemungkinan hal ini bisa dilakukan. Tidak ada modal finansial yang cukup. Hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">PERINTISAN : pendirian dan penyelesaian masalah perijinan)</p>
<p>Dengan niat mendidik anak-anak menjadi generasi pemimpin peradaban&#8230;Atas ijin Allah semata&#8230;Sekolah Alam Bogor bisa didirikan. diawali pendirian TK Alam Lembah Parigi pada tahun 2002 dan kemudian bermetamorfosa menjadi Sekolah Alam Bogor pada tahun 2004.<br />
Di atas kertas kecil kemungkinan hal ini bisa dilakukan. Tidak ada modal finansial yang cukup. Hanya modal pinjaman dari tabungan teman-teman yang nilainya kecil untuk operasional sebuah sekolah, namun Alhamdulillah mendapat modal kepercayaan yang luar biasa besar dari teman-teman &amp; orang tua siswa.<br />
Tapi Alhamdulillah&#8230;dengan ijin Allah semua yang diduga tidak mungkin atau kecil kemungkinannya, menjadi mungkin.</p>
<p>Mengurus perijinan memang bukan hal mudah.<br />
Saat TK Alam Lembah Parigi mulai beroperasi, Dinas Pendidikan belum mengeluarkan ijin operasional dan mempersilahkan berjalan saja dulu. Mungkin karena ada dugaan tidak akan berjalan lama.<br />
Tapi alhamdulillah.. pada tahun 2005, setelah medapat kunjungan dari WALI KOTA BOGOR, Bp. Diani Budiarto yang menyempatkan diri mampir ba&#8217;da sholat subuh keliling, ijin operasional dari Dinas Pendidikan Kota Bogor diperoleh.<br />
Benar-benar melalui prosedur yang legal, karena memang tidak ada niat dan dana yang cukup untuk membayar di &#8220;belakang&#8221; terkait dengan masalah perijinan.</p>
<p>Pada masa perintisan ini tongkat kepemimpinan ada di tangan HUSNAN - namanya benar-benar HUSNAN saja <img src='http://blog.sekolahalambogor.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sekolahalambogor.org/?feed=rss2&amp;p=12</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sharing dari Nurul Akbari : &#8220;Janganlah marah maka bagimu surga&#8221;</title>
		<link>http://blog.sekolahalambogor.org/?p=10</link>
		<comments>http://blog.sekolahalambogor.org/?p=10#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 05:20:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sekolahalambogor.org/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[sharing nih ttg commnt laa taghdob (JANGANLAH MARAH)
anak sy yg brsekolah di TK, tiap hari disuruh baca laa &#8220;taghdob walakal jannah&#8221; ( janganlah kamu marah maka bagimu surga) oleh ibu gurunya. walhasil, hadith itu pun didengungkannya di rumah. jd kalo di rumah ada yg tiba2 emosi krn ulah anak2, si anak pun mengeluarkan senjata ampuhnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">sharing nih ttg commnt laa taghdob (JANGANLAH MARAH)<br />
anak sy yg brsekolah di TK, tiap hari disuruh baca laa &#8220;taghdob walakal jannah&#8221; ( janganlah kamu marah maka bagimu surga) oleh ibu gurunya. walhasil, hadith itu pun didengungkannya di rumah. jd kalo di rumah ada yg tiba2 emosi krn ulah anak2, si anak pun mengeluarkan senjata ampuhnya utk ngingetin kita. klo udh bgitu, kita biasanya harus brsyukur bhw anak bisa mengingatkan kita utk gak trpancing emosi, timbal baliknya, tentunya dgn mmberitahu bhw apa yg dilakukan anak itu salah/berbahaya.</p>
<p>ada 2 tips supaya bisa sabar menghadapi anak:</p>
<p>1. Pandanglah anak sebagai titipan Allah. kita sebagai org yang dititipin sesuatu harusnya menjaga ssutu itu dgn baik, karena titipan itu bukan milik kita. Dan kalau kita merusak titipan itu, tentunya yg menitipkan bisa murka.</p>
<p>2. Ingatlah bahwa Allah yang membolak-balikan hati manusia dan menggenggam jiwa manusia. Jadi sering-seringlah memohon kepada Allah yang membolak balikkan hati, agar anak dijadikan anak yang soleh/soleha, nurut sama ortu..</p>
<p>mudah2n brmanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sekolahalambogor.org/?feed=rss2&amp;p=10</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kunjungan &#038; penenaman pohon bakau di Hutan mangrove (SD 4 dan 5)</title>
		<link>http://blog.sekolahalambogor.org/?p=7</link>
		<comments>http://blog.sekolahalambogor.org/?p=7#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 05:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sekolahalambogor.org/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan berbasis pemahaman untuk membangun kesadaran melalui pengalaman langsung, adalah salah satu pilar pendidikan di Sekolah Alam bogor.
Bentuk kegiatannya antara lain seperti yang hari ini dilaksanakan oleh teman-teman SD4 dan 5, berkunjung ke Hutan lindung mangrove di pantai indah kapuk, tanggal 27 November 2008.
Disini anak-anak mendapat penjelasan pentingnya keberadaan hutan bakau dan permasalahan yang mungkin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pendidikan berbasis pemahaman untuk membangun kesadaran melalui pengalaman langsung, adalah salah satu pilar pendidikan di Sekolah Alam bogor.<br />
Bentuk kegiatannya antara lain seperti yang hari ini dilaksanakan oleh teman-teman SD4 dan 5, berkunjung ke Hutan lindung mangrove di pantai indah kapuk, tanggal 27 November 2008.</p>
<p>Disini anak-anak mendapat penjelasan pentingnya keberadaan hutan bakau dan permasalahan yang mungkin timbul jika terjadi pengrusakan, pencemaran dan &#8220;penghilangan&#8221; daerah resapan ini.<br />
Anak-anak juga berkesempatan menanam sendiri sehingga anak-anak bisa semakin menghayati, betapa dibutuhkan proses dan waktu yang lama, jika dibandingkan cepatnya waktu untuk merusak semua itu.</p>
<p>Alhamdulillah anak-anak cukup menikmati walau sedikit kecewa karena saking asyiknya menanam jadi batal ke TWA Muara Angke. Karena waktunya tidak cukup.<br />
Mungkin di lain kesempatan..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sekolahalambogor.org/?feed=rss2&amp;p=7</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Guru di Sekolah Alam Bogor</title>
		<link>http://blog.sekolahalambogor.org/?p=3</link>
		<comments>http://blog.sekolahalambogor.org/?p=3#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 04:49:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.sekolahalambogor.org/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini HARI GURU.
Teman-teman SD-5  membuat sebuah kejutan.
Mereka datang pagi-pagi sekali. Ada yang datang jam 7, ada jam setengah 7, malah ada yang datang jam 6! Jauh lebih pagi dari jadwal masuk biasanya (jam 08.00).
Mereka menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan para guru. Kalau biasanya guru-guru yang berdiri di gerbang masuk untuk menyambut mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari ini HARI GURU.<br />
Teman-teman SD-5  membuat sebuah kejutan.<br />
Mereka datang pagi-pagi sekali. Ada yang datang jam 7, ada jam setengah 7, malah ada yang datang jam 6! Jauh lebih pagi dari jadwal masuk biasanya (jam 08.00).</p>
<p>Mereka menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan para guru. Kalau biasanya guru-guru yang berdiri di gerbang masuk untuk menyambut mereka (welcoming), hari ini sebaliknya, teman-teman kelas 5 yang berjejer rapi sambil membawa sebuah sepanduk.</p>
<p>Karena acara hari ini dirahasiakan (hanya diketahui beberapa orang ), banyak guru-guru dan SDM yang terkejut dan terharu dengan penyambutan anak-anak. Guru-guru itu kemudian secara spontan berdiri berjejer menyambut rekan-rekan lain dan anak-anak kelas lain yang baru datang… sehingga welcoming hari ini jadi begitu meriah. “Welcoming termegah sepanjang sejarah…” komentar salah seorang guru.</p>
<p>Pas jam 8 tet, semua warga SAB berkumpul di lapangan, untuk menyaksikan persembahan spesial dari SD-5 dan SD-4. Mereka membacakan 3 buah puisi yang mengharu biru…<br />
Kemudian mereka juga menyanyi lagu’ terima kasih guruku’ dan ‘sempurna’</p>
<p>Tidak cukup hanya disitu, dengan diiringi lagu YOU RISE ME UP-nya George Groban, mereka kemudian mengajak adik-adik kelas untuk membagikan pocari sweat yang sudah dikemas sedemikian rupa dan dilengkapi tulisan :<br />
“setiap tetes keringatmu sangat berarti bagi masa depan kami”</p>
<p>Tetesan air mata haru menghiasi pagi yang cerah di Sekolah Alam Bogor..</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://photos-f.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v480/163/58/1633331009/n1633331009_38181_9564.jpg"><img class="alignright" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v480/163/58/1633331009/n1633331009_38181_9564.jpg" alt="" width="423" height="317" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.sekolahalambogor.org/?feed=rss2&amp;p=3</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
